saraahmegha.com

Renungan untukku, mengapa anak harus belajar Matematika?

19 komentar

 

matematika
Matematika tak hanya berbicara tentang angka

Matematika, apa yang pertama kali terlintas saat mendengar matematika, aku pribadi yang pertama kali terlintas adalah ANGKA dan RUMIT, yap itulah matematika yang ada di otakku selama ini, bisa jadi karena di awal ada mindset bahwa matematika itu sesuatu yang kaku dan memusingkan.

Lalu, beberapa waktu lalu, aku Mendapat kesempatan belajar bersama Mbak Clefi dan rumah bintang tentang matematika ini, dan ada banyak insight yang kudapat dari Mbak Clefi biidznillah, bahkan aku mendapat cara pandang baru tentang si matematika ini.

Ternyata memang cara pandangku terhadap matematika yang salah, seperti kesalahanku memandang Bahasa Inggris, sudah menolak terlebih dahulu. Padahal sebenarnya ini adalah ilmu pengetahuan yang memberi warna dalam kehidupan sehari-hari.

Matematika sendiri memiliki kedudukan tersendiri dalam ilmu pengetahuan, bahkan sampai disebut sebagai ratunya ilmu pengetahuan.

Biidznillah melalui mbak Clefy aku tersadar bahwa hampir seluruh aktivitas manusia berisi matematika. Lho kok bisa? Tanpa kita sadari hal yang paling sederhana ternyata ada kaitannya dengan matematika, bahkan tanpa melibatkan perhitungan. Misalnya bentuk benda, aktivitas sehari-hari. Atau bahkan dengan perhitungan, seperti waktu, aritmatika, sampai negosiasi.
Matematika saat sarapan

Matematika saat bermain

Matematika saat menuju masjid

Matematika saat berbelanja



Meski matematika dikaitkan erat dengan angka atau rumus hitungan, namun matematika juga dapat diartikan sebagai mempelajari pola pikir secara logis dan rasional, di mana hal tersebut berkaitan erat dengan memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari baik itu sederhana maupun kompleks.

Beberapa manfaat anak belajar Matematika

Tentu saja, jika menilik manfaat belajar Matematika pasti akan kita temukan banyak manfaatnya, terbukti dari jenjang pendidikan PAUD sampai pendidikan doktor pun matematika menjadi pelajaran yang selalu ada. Beberapa manfaat belajar matematika, yaitu:

1. Melatih anak untuk belajar lebih teliti dan cermat

Melalui kegiatan sehari-hari dan pancingan dari sang Ibu, maka anak belajar untuk lebih teliti dan cermat, hal ini bisa membantu anak dalam memecahkan masalah-masalah sederhana yang dia hadapi. Selain itu anak mampu lebih peka dalam mengatur waktu dan melakukan kegiatan sehari-hari, biidznillah.

2. Melatih anak untuk lebih kreatif

Matematika biidznillah membantu anak untuk lebih kreatif, melalui kegiatan atau proyek sesuai umurnya, akan mematik rasa ingin tahunya dalam kreatifitas, bisa jadi dalam hal permainan sehari-hari atau yang lebih kompleks seperti keinginan membuat barang-barang kreatif seperti robotic. Tentu saja sebagai orangtua harus jeli melihat kemampuan anak dalam hal ini, tidak dalam waktu sehari semalam, namun memang proses yang cukup panjang.

Belajar matematika sejak dini

Ada pertanyaan dari peserta saat kami mengikuti webinar Mbak Clefy, “Sejak kapan Mbak Clefy sudah mengenalkan konsep Matematika kepada anak?”

Dan beliau menjawab, sejak bayi mbak. Aku cukup takjub dan merasa wow. Kemudian aku mencari referensi mengenai pengenalan konsep matematika sejak dini, dan kutemukan salah satu jurnal studi yang dipimpin oleh Dr Elizabeth S. Spelke di Harvard University menunjukkan bahwa pada usia 6 bulan, ternyata bayi sudah mampu melakukan:
  1. Memperkirakan suatu jumlah secara visual
  2. Mengenali perbedaan antara dua representasi angka
  3. Bayi yang lebih memperhatikan angka pada usia muda cenderung mengalami kesulitan belajar matematika ketika mereka masuk sekolah
  4. Dua tahun pertama bayi, beljar ketrampilan matematika untuk mengasah indra dan estimasi mereka, sementara mereka belajar berjalan dan berbicara.

Al Quran membahas Matematika

Sejujurnya saat sedang mengikuti webinar Mbak Clefy, ada pertanyaan dasar untukku pribadi dan sebelum kuajarkan ke anakku, aku harus menemukan terlebih dahulu “Alasan dasar kenapa harus mengajarkan matematika” selain berbagai macam manfaatnya, ternyata Matematika adalah salah satu ilmu yang dipelajari oleh para ulama dan ilmuan sejak dahulu.

Terbilang, bahwa Matematika adalah ilmu yang tidak berdiri sendiri, ia bisa masuk ke disiplin ilmu lainnya, seperti ekonomi, fisika, biologi, kimia. Dalam kehidupan sehari-hari masa kini, hampir tidak ada bidang yang tidak menggunakan matematika.

 Bahkan di dalam Islam pun, juga dijelaskan konsep matematika dalam hal ini contoh sederhananya adalah bilangan, lima waktu sholat wajib, tujuh belas rokaat, tiga landasan utama, lima rukun Islam, enam rukun iman. Atau yang lebih kompleks lagi adalah membahas wasiat dan menghitung waris.

Bahkan jika kita cermati kembali, masa gemilang umat muslim banyak didominasi oleh ulama dan ilmuan yang memiliki kemampuan matematika. Bahkan karyanya masih dipakai sampai sekarang. 

Beberapa tokoh Islam yang terkenal sebagai matematikawan muslim antara lain, Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa Al-Khwarizmi (atau Al-Khwarizmi), Abu Ali Al-Hasan Ibn Al-Hasan Ibn AlHaytham (atau Ibnu Haytham), Abu Rayhan Muhammad Ibn Ahmad Al-Biruni (atau Al-Biruni), Ghiyath Al-Din Abu‟l Fath Umar Ibn Ibrahim Al-Khayyami (atau Umar Khayyam), dan Muhammad Ibn Muhammad Ibn Al-Hasan Al-Tusi (atau Al-Tusi).

Qodarulloh beberapa waktu lalu aku menemukan makalah dari Pak Abdussakir, M.Pd, tulisan bagus yang berjudul “UMAT ISLAM PERLU MENGUASAI MATEMATIKA”. Beliau menuliskan,

“Al-Qur‟an sendiri yang merupakan kalam Allah juga membahas matematika. Al-Qur‟an sebenarnya berbicara tentang bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, serta statistika. Dalam Al-Qur‟an disebutkan sebanyak 38 bilangan berbeda yang terdiri dari 30 bilangan asli dan 8 bilangan pecahan. Al-Qur‟an berbicara aljabar, yakni relasi dan operasi bilangan. Relasi bilangan dalam matematika meliputi relasi lebih dari (fauqa atau aktsara), kurang dari (adna), dan lebih dari sama dengan (Abdusysyakir, 2007). Operasi bilangan dalam Al-Qur‟an meliputi operasi penjumlahan, pengurangan, dan pembagian. Operasi perkalian disebutkan secara tersirat sebagai penjumlahan berulang (Abdusysyakir, 2006).”

Jadi,

Bisa jadi matematika saat ini tampak sebagai sesuatu yang terlihat abstrak dan terlalu rumit ketika tidak ada kaitannya dengan penggunaannya di dunia nyata, dan inilah asal dari banyak masalah pemahaman.

Tapi, jika kita terapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari, hal ini akan membantu anak dalam memahami suatu topik melalui visualisasi, yang juga akan membantu mereka mengingat apa yang telah mereka pelajari.

Dengan menguasai materi dasar, anak-anak dapat mempersiapkan diri untuk mengatasi kesulitan di masa depan, bisa jadi mereka akan tumbuh sebagai dokter, ilmuan, atau ahli mesin. Biidznillah

Ada point penting dari Mbak Clefy yang seperti terhighlight dalam otakku, sejatinya ilmu pengetahuan, salah satunya adalah matematika adalah cara kita untuk mendekatkan diri kepada pencipta kita (Allah Azza wa Jalla). 

Seperti sedikit pengingat untukku pribadi sebagai seorang Ibu dan hamba Allah, dengan izin dan bantuan Allah mengharap agar anak bisa memahami kenapa ia diciptakan dan berharap ia menjadi insan yang bijak dan cerdas dan menjadi insan yang berguna dunia akhirat, dan salah satu caranya adalah menanamkan ilmu dengan cara yang menyenangkan untuk mematik menumbuhkan fitrah anak untuk mencari ilmu.

Sebuah renungan

Related Posts

19 komentar

  1. MasyaAllah, sebenarnya memang banyak ya ilmuwan muslim, para ahli matematika dan pengetahuan yang dulu mahsyur di zamannya. Sayangnya kita sendiri (atau saya ya hehe) justru jarang mendengar cerita-cerita tentang beliau-beliau tersebut (Al Khwarizmi, Al Biruni, Ibnu Haytham dll). Jadi ikut semangat mencari sejarah para ilmuwan-ilmuwan muslim tersebut, untuk bahan pembelajaran keluarga.

    BalasHapus
  2. Ternyata ilmu matematika tak sekedar tentang dunia ya Mbak. Dan ada banyak ilmuwan matematika, berasal dari Islam. Masyaa Allah.

    BalasHapus
  3. Ulasan yang menarik soal alasan belajar Matematika. Tapi memang benar ya jika sejatinya ilmu pengetahuan, salah satunya adalah matematika adalah cara kita untuk mendekatkan diri kepada pencipta kita, Allah SWT. Terima kasih remindernya, jadi punya bahan buat jelasin anak kenapa belajar Matematika itu perlu:)

    BalasHapus
  4. Sangat inspiratif sekali mbak. Kita jadi lebih tahu tentang pentingnya belajar matematika, terutama untuk anak. Banyak sekali hikmah yang bisa dipetik ternyata ya mbal, dari ilmu ini. PR buat saya, untuk menjadikan anak lebih semangat dan mencintail ilmu ini.

    BalasHapus
  5. Maasya Allah. Saya jadi tambah suka sama matematika. Ilmu dasar yang perlu untuk memudahkan keseharian kita. Anak-anak perlu mencintai ilmu ini. Salah satunya dg cara yang disampaikan Mba di sini. Ternyata matematika itu tak melulu soal angka ya...

    BalasHapus
  6. Dulu tu suka ada celetuk, ngapain sih matematika, ga guna di kehidupan. Padahal matematika berguna untuk mengusuh fast sense kita agar lebih cepat berpikir praktis dan membuat penilaian

    BalasHapus
  7. Dari SD sampai kuliah S berapa pun ilmu matematika selalu ada. Semakin tinggi jenjangnya, matematika bukan soal hitung menghitung saja, tetapi lebih ke bagaimana penerapannya untuk kehidupan. Seperti ulasan bagus artikel ini, bahwa matematika bukan untuk ditakuti, tapi dipahami karena akan diterapkan sampai kapan punšŸ„°

    BalasHapus
  8. Masya Allah. Aku sebenarnya kepengen ikutan kelas Clefy ini tentang matematika untuk anak, cuma kebeneran lg padat jadwal. Semoga aku bisa ikutan juga

    BalasHapus
  9. Hehehe jadi inget jaman sekolah, gegara guru matematika galak dan ada juga yang jarang datang jadinya gak suka duluan sama pelajarannya. Padahal beberapa ilmu dari matematika bermanfaat buat sehari-hari

    BalasHapus
  10. Mungkin salah satu alasan kenapa matematika selalu jadi momok buat anak karena metode pengajarannya sama tekanan dari oang tua zaman dulu kalo nilainya harus sempurna di segala bidang. Padahal, kalau metode belajarnya dibuat seperti bermain, asyik juga loh belajar matematika. Thanks tulisannya bisa membuka mata orang lain tentang matematika

    BalasHapus
  11. Iya kata guru saya juga gitu, jangan jauh2 deh. Bangun tidur aja langsung disodori matematika. Kita pasti melek langsung lihat, "jam berapa ya sekarang?". Jadi emang lebih baik memahami dan mengenal Matematika biar ngga berasa rumit.

    BalasHapus
  12. MasyaAllah mba sarah keren banget hahah aku dulu termasuk yang ngga pengen ada matematika di pelajaran huhu, menghindari itu tentu saja ngga bisa, wong setiap aspek kehidupan pasti melibatkan matematika kan

    BalasHapus
  13. sejatinya ilmu pengetahuan, salah satunya adalah matematika adalah cara kita untuk mendekatkan diri kepada pencipta kita (Allah Azza wa Jalla)
    jleb banget ini mbak Sarah
    matematika itu melatih logika, menurut saya sih
    seseorang yang kuat logikanya akan bisa belajar apapun

    BalasHapus
  14. wuaaah ternyata penerapan matematika dalam kehidupan harian anak itu nggak terasa ya
    gak terasa kalau ternyata kita belajar matematika juga

    BalasHapus
  15. MashaAllah~
    Pemahaman seperti ini yang sedang aku tanamkan kepada anak-anak, kak. Bahwa tujuan seseorang belajar harus bisa semakin mendekatkan diri kepada sang Khalik, sehingga tidak hanya belajar, dapat nilai dan udahan.

    Barakallahu fiik, kak.
    sangat senang sekali mendapat insight mengenai mengenal matematika dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  16. huaah tenyata matematika ada dalam kehidupan sehari-hari ya, hiks. Cukup aku aja yang trauma matematika, anakku jangan :) Tulisan jleb banget, makasih pengingatnya mba :)

    BalasHapus
  17. Wah, Matematika ternyata bukan sekadar berhitung, ya. Bahkan banyak sekali manfaat ilmu Matematika dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih insightnya, Mbak.

    BalasHapus
  18. Aku termasuk lemah di bidang matematika makanya mending pilih belajar ngaji daripada berhitung hihi. Jadi keinget waktu Mi pernah dikatain yang jelek sama bu guru karena nggak bisa mengerjakan soal matematika

    BalasHapus
  19. Sudah punya modul Berhitungnya KAF mbak? Di awal buku, ustaz Budi memberikan sambutan terkait pentingnya belajar berhitung untuk anak dan landasan Qurannya.. kereen.. bikin ortu jadi bisa kasih pijakan ke anak biar semangat belajar berhitung

    BalasHapus

Posting Komentar