saraahmegha.com

Healing Journey with Holistic Health

Posting Komentar
Seringnya aku terkesima dengan takdir Allah, bagaimana kuasa-Nya menggerakkan hati, dan bagaimana Allah membuat sebuah perjumpaan dan pertemuan. Ini bukan bicara tentang jodoh, namun tentang sebuah hikmah dari sebuah peristiwa.

Pasca melahirkan Nawra aku mengalami fase transisi yang rasanya gak kurasain di masa Ghaaziy dan Naazneen. Rasanya aneh, bukan baby blues tapi aku merasa ada sebagian dari diriku yang hilang, tapi aku tak tau pasti apakah itu.

Long short story, dibilang tanpa sengaja namun sengaja dibilang sengaja namun tak sengaja, aku menemukan kelas tentang belajar holistik. Sebelumnya sempat belajar tentang thibbun nabawi namun baru sampai permukaan saja. Ada rasa semriwing rindu belajar, setelah hampir empat bulan rasanya otakku kosong dan fisikku yang hanya bolak-balik ke rutinitas.

Di kelas belajar holistik yang saat itu diisi mbak Vidya aku merasa super bego dan super lemot, otak buat mikir kayak lamaaa banget, merasa ngalami downgrade lah. Bahkan nulis runut dalam pikiran aja, berantakan. Ada alarm "ada yang gak beres, ayo dicari".

Betewe akhirnya memasukan belajar ilmu holistik dalam keranjang belajar tahun ini, dan gila aja coy mayan baget harga kelasnya hahahaha. Ma syaa Allah.

Oke lanjut ya ini, akhirnya memutuskan buat "yok serius ditekuni" karena ada salah satu kalimat dari mbak Vidya yang bikin aku bergetar, dan menyadari kalau aku tak sepenuhnya memahami diriku, siapa aku dan apa kebutuhanku, ya jalan ngalir gitu aja layaknya orang biasa dengan rutinitas. Paham kan ya.

Alhamdulillah bini'matihi tatimush sholihati, mulai healing journey with holistik. Meski banyaaak banget istilah-istilah yang aku gak paham, seperti body layar, microbiom, dan edembre edembrenya tapi aku yakin in syaa Allah akan terbiasa dengan istilah istilah baru tersebut. Aamiin.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar